Akan Didemo, Bupati Merauke: Masyarakat Jangan Terprovokasi

Akan Didemo, Bupati Merauke: Masyarakat Jangan Terprovokasi

Bupati Merauke, Papua, Frederikus Gebze

Metro Merauke – Bupati Merauke, Papua, Frederikus Gebze mengingatkan masyarakatnya tidak gampang terprovokasi dengan berbagai isu yang dapat mengancam keamanan dan persaudaraan di kabupaten itu.

Hal itu dikatakan Frederikus Gebze menanggapi rencana aksi demo damai, Senin (13/3). Kabarnya, aksi yang akan dilakukan itu untuk menggoyahkan posisinya sebagai Bupati Merauke.

Katanya, meski menyampaikan aspirasi di muka umum dijamin undang-undang, namun ia berharap ada dasar yang jelas dari aksi itu. Jangan sampai masyarakat melakukan hal-hal yang menimbulkan ketidak nyamanan.

“Masih ada jalur komunikasi lain yang dapat ditempuh demi menghasilkan keputusan yang lebih baik. Sepanjang masih bisa dikomunikasikan, tidak perlu demo,” kata Freddy Gebze, Jumat (10/3).

Freddy Gebze tak menampik, masih banyak kekurangan dalam berbagai hal selama setahun kepemimpinannya. Namun kata dia, kini ia dan jajarannya sedang berupaya melakukan perubahan.

“Kecuali dalam setahun kami tidak melakukan apa-apa. Untuk menghasilkan perubahan dan pembangunan, tidak dapat dilakukan dengan instan. Butuh proses dan tahapan,” ujarnya.

Menurutnya, mustahil seorang pemimpin bisa membuat perubahan dalam sekejap. Itu justru akan menimbulkan masalah. Namun jika dilakukan perencanaan matang, akan terlaksana dengan baik.

Kepemimpinannya dan wakilnya Sularso akan berakhir 2021 mendatang. Setelah itu kata dia, masyarakat boleh menilai. Apakah pihaknya masih layak memimpin pemerintahan di kabupaten itu lima tahun berikut atau tidak.

“Saya berharap, masyarakat Merauke tetap bersatu dan mendukung pemerintahan demi pembangunan. Jangan mementingkan kepentingan pribadi. Kepentingan tertentu yang dapat mengganggu pemerintahan. Seluruh perangkat harus bersatu dan melakukan cara elegan,” katanya.

“Negeri ini harus dibangun bersama masyarakat. Kita tidak bisa memaksakan kehendak dan kepentingan pribadi. Melainkan mengutamakan kepentingan bersama. Dengan begitu, pembangunan dari kampung ke kabupaten dapat berjalan baik,” imbuhnya. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement