Selama 2017, Kasus Pencurian Dominan di Merauke

Selama 2017, Kasus Pencurian Dominan di Merauke

Kapolres Merauke, AKBP Taufik Irpan Awaluddin, SH dan Kasubag Humas Polres Merauke, AKP. Soeryadi Saat Menggelar Jumpa Pers di Ruang Data, Rabu (8/3) Polres Merauke

Metro Merauke – Polres Merauke, Papua menyatakan, sejak awal tahun hingga Maret 2017, sebanyak 98 kasus pidana terjadi di wilayah hukum kepolisian setempat. Puluhan kasus itu didominasi kasus pencurian. Tidak hanya pencurian kendaraan bermotor (curanmor), namun juga pencurian barang dan uang.

Kapolres Merauke, AKBP. Taufik Irfan Awaluddin, SH mengatakan, dalam sehari bisa terjadi dua hingga tiga kasus pencurian. Ini karena ada niat dan ada kesempatan.

“Kami himbau masyarakat tidak memarkir kendaraan di sembarang tempat,” kata Taufik, Rabu (8/3).

Dalam beberapa kasus curanmor, kepolisian setempat berhasil menangkap sejumlah pelaku. Beberapa diantaranya selain “pemain lama” ada juga yang merupakan pelaku baru.

Selain kasus pencurian, kasus dominan lainnya adalah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Diduga kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak banyak disebabkan karena minuman keras.

Untuk menekan berbagai kasus criminal di wilayah hukumnya, Polres Merauke terus melakukan patroli, penjagaan, penyelidikan, penyidikan dan bimbingan masyarakat (binmas) serta membangun komunikasi dengan media.

“Ini tertuang dalam tiga tugas Polri. Memelihara keamanan dan ketertiban sesuai pasal 13 nomor 2 tahun 2002, menegakan hukum dan melindungi, mengayomi serta melayani masyarakat,” katanya.

Meski begitu, Polres Merauke mengklaim, secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) medio Januari hingga awal Maret 2017 kondusif. (Getrudis/Arjuna)

Advertisement