Satgas Pamtas RI-PNG Amankan Tujuh Pucuk Senpi

Satgas Pamtas RI-PNG Amankan Tujuh Pucuk Senpi

Satgas Pamtas RI-PNG Ketika Menerima Senpi dari Masyarakat

Metro Merauke – Sebanyak tujuh pucuk senjata api (senpi) diamankan Satuan Tugas Pengaman Perbatasan Indonesia-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) semasa bertugas di wilayah perbatasan selama Sembilan bulan.

Jenis tujuh senpi tersebut ada yang laras panjang dan ada laras pendek. Senpi itu ada yang diamankan Satgas Pamtas ketika melakukan sweeping, ada juga yang diserahkan warga.

Ketika menjelang akhir penugasan Satgas Pamtas RI-PNG, Yonif Mekanis 413/6/2 Kostrad kembali menerima sepucuk senjata rakitan laras panjang dari Benny (55). Dia adalah warga Distrik Kombut, Kabupaten Boven Digoel, Papua. Senpi itu diserahkan kepada Praka Jihad.

Butuh waktu beberapa bulan untuk Praka Jihad melakukan pendekatan dan pendalaman siapa warga pemilik senjata, seperti informasi yang ia dapat. Upayanya tidak sia-sia, Benny, warga pemilik senjata akhirnya menyerahkan senpi rakitan itu.

“Hampir empat bulan Praka Jihad melakukan pendekatan dan pendalaman kepada yang bersangkutan. Hasilnya diakhir penugasan ini mereka mau memberikan senjatanya,” kata Dansatgas Yonmek 413/6/2 Kostrad, Mayor Inf Arif Munawar, Minggu (5/3).

Katanya, tentu bukan perkara mudah mendapatkan senpi-senpi itu di daerah Papua. Masyarakat masih sangat tertutup dengan hal yang berkaitan dengan senjata.

“Satgas kami harus melakukan pendekatan yang sangat baik dan mendalam agar masyarakat percaya kepada kami,” ujarnya.

Ini merupakan wujud hasil kerja keras anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 413/6/2 Kostrad dalam melaksanakan tugas diperbatasan bersama masyarakat sekitar. Ada kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat. Kehadiran prajurit dirasakan sangat membantu warga perbatasan sehingga situasi tetap aman dan kondusif. (Getrudis/Arjuna)

Advertisement