Digugat ke MK, KPUD Mappi Tidak Gentar

Digugat ke MK, KPUD Mappi Tidak Gentar

Ilustrasi Proses Pemungutan Suara Pilkada Mappi, 15 Februari 2017 Lalu (Istimewah)

Metro Merauke – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Mappi, Papua tidak gentar dengan gugatan yang diajukan salah satu pasangan calon (paslon) bupati/wakil bupati kabupaten itu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Lembaga tersebut siap maladeni gugatan yang berada pada urutan 31 perkara sengketa Pilkada di MK.

Divisi Teknik KPUD Mappi, Sugeng Ady Triyanto mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi mengenai gugatan itu. Namun belum diketahui paslon siapa yang mengajukan gugatan dan apa materi gugatannya.

“Kami tidak tahu persis apa yang dipermasalahkan dalam gugatan itu. Namun KPUD sebagai tergugat siap menghadapi,” kata Sugeng kepada Metro Merauke, Sabtu (4/3).

Menurutnya, registrasi gugatan akan keluar, 13 Maret mendatang. Dari situ akan diketahui siapa paslon yang menggugat dan apa yang menjadi pokok permasalahan gugatan itu.

Kata dia, semua paslon bupati dan wakil bupati memiliki hak sama. Jika tidak puas dengan hasil Pilkda, boleh mengajukan gugatan. Namun KPUD sejak awal juga sudah siap mengantisipasi berbagai kemungkinan, terutama jika hasil Pilkada berakhir di MK.

“Silahkan gugat ke MK. Itu memang diatur dalam undang-undang. Menghadapi gugatan itu, kami sedang melakukan persiapan,” ujarnya.

Pilkada Kabupaten Mappi, 15 Februari diikuti empat paslon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Pleno KPUD setempat beberapa waktu lalu menetapkan pasangan nomor urut 2, Kristosimus Agawemu-Jaya Ibnu Suud sebagai peraih suara terbanyak yakni 19.004 suara.

Perolehan suara terbanyak kedua ditempati pasangan nomor urut 1, Amidap Jumame-Stevanus Yormogoin dengan 13.406 suara, pasangan nomor urut 3, Edoardus Anoyeng-Andi Amar 8.208 suara dan pasangan nomor urut 4, Stevanus Kaisma-H.Mustafa Salam 5.931 suara. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement