Anak Aibon, Korban Pergaulan dan Faktor Ekonomi

Anak Aibon, Korban Pergaulan dan Faktor Ekonomi

Egidius, Pendamping Anak Aibon di Kota Merauke

Metro Merauke – Kota Merauke, ibu kota Kabupaten Merauke, satu dari sekian kota di Papua yang bergelut dengan permasalahan anak aibon.

Miris memang melihat anak-anak dibawah umur hingga usia remaja menjadi pecandu penghirup lem. Suka tak suka, namun itulah kenyataannya. Berbagai pihak tak tinggal diam melihat kondisi itu. Mereka yang peduli berupaya menyelamatkan generasi muda yang salah arah.

Salah satunya, Egidius. Ia seorang pendamping anak aibon di Kota Merauke. Sejak 2015 hatinya tergerak memberikan pendampingan kepada anak aibon di kota itu.

“Sejak 2015 saya mulai merangkul anak-anak aibon. Kini saya memberikan pendampingan kepada kurang lebih ada 60 orang anak aibon di Kota Merauke,” Egidius kepada Metro Merauke, Sabtu (4/3).

Dari pendekatan yang dilakukan Egidius selama ini, diketahui sebagian besar anak aibon memilih cara hidupnya sendiri lantaran pengaruh pergaulan. Ada juga diantara mereka yang melakukan hal tak wajar tersebut karena faktor ekonomi keluarga.

Apa yang dilakukan Egidius tidak semua orang mau mengerjakannya. Meski tidak gampang menghadapi anak-anak aibon dan mengajak mereka lepas dari ketergantungan menghirup lem, namun Egidius tak menyerah. Ia tak ingin melihat generasi masa depan Merauke hidup tanpa arah.

“Saya tetap melakukan pendekatan kepada mereka. Ini demi menyelamatkan generasi muda di Merauke,” katanya. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement