Penanganan “Anak Aibon” dan HIV/AIDS di Merauke Butuh Perda

Penanganan “Anak Aibon” dan HIV/AIDS di Merauke Butuh Perda

Pelaksana tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Merauke, Papua, Herman Gebze

Metro Merauke – Pelaksana tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Merauke, Papua, Herman Gebze menyatakan akan mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) kepada DPRD setempat untuk dijadikan payung hukum pembinaan, penanganan anak aibon dan kasus HIV/AIDS di wilayah itu.

Ia berharap legislatif memberikan dukungan. Perda itu dinilai penting agar penanganan anak aibon, anak jalanan dan wanita rawan sosial bisa maksimal. Diusulkannya satu Raperda kata dia, bukan tanpa alasan. Namun bagian dari upaya pemerintah menangani berbagai masalah sosial di daerah.

“Sedikitnya ada 27 permasalahan yang perlu ditangani pemerintah. Salah satunya anak aibon dan anak jalanan. Perda akan menjadi payung hukum Dinas Sosial menangani berbagai masalah di masyarakat. Kami akan dorong agar disetujui pemerintah dan DPRD menjadi Perda,” kata Herman Gebze, Jumat (3/3).

Masalah HIV/AIDS di kabupaten itu terus bertambah. Meski Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) melakukan penanganan, namun menurutnya, tetap dibutuhkan aturan mengatasi wanita rawan sosial.

“Tidak menutup kemungkinan, ditutupnya lokalisasi di berbagai tempat, menyebabkan ada diantara wanita rawan sosial (pekerja seks komersial) datang ke Merauke. Makanya ini perlu diatur dengan baik,” ujarnya. (Nuryani/Arjuna)

 

Advertisement