Kronologi Baku Tembak TNI dan OPM di Papua

Kronologi Baku Tembak TNI dan OPM di Papua

Sejumlah prajurit TNI menyusuri jalan setapak dalam hutan/Ilustrasi | Foto: ANTARA FOTO/Edy

Metro Merauke – Kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka terlibat baku tembak dengan anggota TNI di Kampung Bagaleme Mulia Puncak Jaya Papua, Kamis 2 Februari 2017, sekitar pukul 16.00 WIT. Baku tembak menewaskan satu anggota TNI dan satu anggota OPM.

Adapun kronologis kejadian versi TNI seperti yang disampaikan Juru Bicara Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Teguh Pudji Raharjo, saat itu Dandim Puncak Jaya Letkol Indratno bersama ajudannya sedang mengendarai sepeda motor bersama ajudannya Serda John Mandowen, sehabis kembali dari kegiatan anjangsana di kediaman tokoh masyarakat. Setibanya di TKP, mereka dihadang dua orang pelaku.

“Saat dihadang, Dandim dan ajudannya sempat memutar balik sepeda motornya, tetapi karena pelaku menembaki, maka aksi baku tembak terjadi,” ujarnya. Serda John Mandowen tertembak sebanyak empat kali dan pelaku sempat merampas senjata miliknya jenis SS1, sebelum kemudian, Dandim berhasil menembak salah seorang pelaku.

“Pelaku sempat berupaya merampas senjata korban, namun Dandim berhasil menembak pelaku,” ujarnya. Sementara itu, kronologis kejadian versi polisi seperti yang diutarakan Juru Bicara Polda Papua Kombes Ahmad Mustafa Kamal bermula, pada saat Dandim Puncak Jaya bersama seorang ajudannya yang keluar dari tempat pemotongan rambut.

Dandim yang menggunakan motor, dibonceng oleh ajudan, saat diperjalanan dihadang dan diberhentikan oleh pelaku. Kemudian, pelaku mengeluarkan senjata dan langsung mengarahkan senjatanya kepada ajudan lalu menembaknya. “Setelah menembak, pelaku berhasil membawa lari satu pucuk senjata SS1 milik ajudan,” ujar Mustafa.

Namun di saat bersamaan, dari arah yang berlawanan datang rombongan TNI 751 dan melihat pelaku membawa senjata dan dilakukan pengejaran, anggota TNI sudah memberikan peringatan, namun tidak diindahkan dan akhirnya menembak salah satu pelaku yang mengakibatkan meninggal dunia. Satu pelaku lainnya dapat meloloskan diri. (asp)

Sumber: viva.co.id

Advertisement