Kerja Bakti Warnai Peringatan HPSN di Merauke

Kerja Bakti Warnai Peringatan HPSN di Merauke

Kerja Bakti Bersama SKPD dilingkup Pemkab Merauke, TNI, Polri, para tokoh masyarakat dan warga Pantai Lampu Satu, Merauke, Papua dalam rangka peringatan HPSN, Jumat (3/3)

Metro Merauke – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Kabupaten Merauke, Papua diwarnai kerja bakti bersama SKPD dilingkup Pemkab Merauke, TNI, Polri, para tokoh masyarakat dan warga. Kerja bakti bersama dilakukan di kawasan Pantai Lampu Satu dan sekitarnya, Jumat (3/3).

Kerja bakti ini bertujuan meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat Merauke, baik secara pribadi, komunitas dan bangsa dalam mengolah sampah menuju Indonesia bersih sampah, 2020 mendatang.

Pelaksana tugas (Plt) Asisten I Kabupaten Merauke, Waryoto mewakili Bupati Merauke, Frederikus Gebze memberikan sambutan pembukaan kegiatan mengatakan, pengelolaan sampah yang paling penting melalui perubahaan perilaku. Tidak sekedar bergantung pada petugas kebersihan dan pemulung.

“Masyarakat bertanggungjawab menjaga kebersihan mulai dari diri sendiri dan rumah,” kata Waryoto.

Sampah kata dia, bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai. Misalnya pupuk kompos dan kerajinan tangan. Dapat menghasilkan uang. Namun jika sampah terus menumpuk di satu tempat, akan menyebabkan pencemaran tanah. Tanah juga tidak produktif.

Tak hanya itu kata dia, dampak lainnya menimbulkan pencemaran air. Ketika sampah terbawa air, akan terjadi pendangkalan daerah aliran sungai dan kali. Akan berimplikasi pada turunnya produktivitas ikan karena terjadi dekomposisi yang mengurangi oksigen dalam air dan menimbulkan bau tak sedap.

“Tumpukan sampah menjadi sarang binatang yang merupakan sumber penyakit. Mengganggu keindahan. Ini menjadi masalah serius jika tidak dikelola dengan baik dan benar,” ujarnya.

Karenanya menurut dia, dibutuhkan komitmen seluruh pihak dan lapisan masyarakat dalam pengolaan sampah. (Getrudis/Arjuna)

Advertisement