Silaturahmi, Parpol Pendukung Ahok-Djarot akan Kumpul Lagi di NasDem

Silaturahmi, Parpol Pendukung Ahok-Djarot akan Kumpul Lagi di NasDem

PPP Djan, PDIP, Golkar bertemu bahas Ahok-Djarot | Foto: Dewi Irmasari/detikcom

Metro Merauke – Pengurus PDIP, Golkar, dan PPP Djan Faridz yang merupakan pendukung Ahok-Djarot sore tadi berkumpul membahas soal perkembangan isu-isu terakhir. Pertemuan selanjutnya akan dilakukan di Kantor DPP NasDem.

“Pak Basuki dan Pak Djarot itu memiliki kedekatan. Juga sebagai rekan kerja yang sangat baik, saling memahami. Ya istilahnya melirik saja udah saling paham, antara Pak presiden, Pak Basuki, dan Pak Djarot. Kami mendapatkan kerjasama yang baik dengan Partai Golkar, Partai Nasdem, Hanura, dan PPP, serta PKPI. Tentu saja dengan tradisi saat ini kita akan saling berkunjung,” kata Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto dalam jumpa pers di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/3).

“Jadi kami usulkan hari Sabtu nanti kita ada datang ke tempat Pak Surya Paloh, datang bersama-sama ke kantor NasDem. Sehingga kita merapatkan barisan,” sambungnya. Hasto menuturkan berdasarkan survei, ada 72% warga yang puas dengan kinerja Ahok-Djarot namun tidak semuanya memilih pasangan nomor urut 2 itu di putaran kedua. Kini, ada optimisme baru di putaran kedua.

“Dengan kita bersama-sama makan nasi kebuli hari ini, kita menjadi lebih optimis lagi. Bahwa pergerakan rakyat akan terus menerus dilakukan masing-masing mengambil spesialisasi,” ucap Hasto. Menurutnya, masing-masing partai pendukung Ahok-Djarot punya keunggulan dalam mensukseskan pasangan tersebut. Tinggal menyatukan kekuatan.

“Hari ini kita membangun komitmen bersama untuk saling menjalin tali silaturahim kemudian menyatukan seluruh pergerakan pasukan ini. Sehingga nantinya kekuatan Nasdem, Hanura, Golkar, PPP, PDIP dan PKPI semua melebur dalam kekuatan kotak-kotak untuk Jakarta yang lebih baik,” ujarnya. Sementara itu, Sekjen Golkar Idrus Marham menegaskan bahwa dukungan ke Ahok-Djarot tetap konsisten. Dia juga bercerita tentang kedekatannya dengan Djarot sebagai sesama warga NU.

“Partai Golkar konsisten seperti biasanya setelah menetapkan sesuatu tidak akan berubah. Dan Partai Golkar menghadapi apapun tantangan dalam rangka menghadapi keputusan dan kebijakan partai Golkar itu,” ucap Idrus. (imk/erd)

Sumber: detiknews.com

Advertisement