Ikke Nurjanah Tak Ragu Lagi Main Saham

Ikke Nurjanah Tak Ragu Lagi Main Saham

Ikke Nurjanah | Foto: Estu Suryowati/Kompas.com

Metro Merauke – Siapa tak kenal Ikke Nurjanah? Sebagai pekerja seni, pelantun tembang “Disun Sing Suwe” itu ternyata cukup akrab dengan yang namanya investasi. Bagi Ikke, kalau ada dana lebih yang bisa disimpan dalam jangka waktu lama, instrumen investasi seperti surat utang negara bisa menjadi alternatif di samping menabung di bank.

Ditemui usai penutupan perdagangan bursa Selasa (28/2) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), di kawasan SCBD Jakarta, Ikke menceritakan dulu sekitar 2010 ia pernah ikut-ikutan menjajal investasi valuta asing. Namun, karena kurangnya pengetahuan, akhirnya Ikke memutuskan untuk tidak melanjutkan investasi tersebut. Lalu, Ikke pun kembali mencoba investasi di surat utang negara berupa ORI dan yang syariah, yakni Sukuk mulai 2013.

Hingga saat ini, investasi di kedua instrumen tersebut masih dilanjutkan. Baru-baru ini, Ikke tertarik mengambil peluang di saham. “Kebetulan pak Direktur Utama BEI, Pak Tito, itu adalah mentor saya saat saya menjadi PR di program-program musik. Dia ngasih tahu saya, saham itu apa,” kata pemilik nama asli Hartini Erpi Nurjanah itu. Ikke pun kini sudah memiliki rekening efek. Sayang, ia enggan memberikan bocoran berapa lot dan apa saja saham yang dibeli. Yang ia tahu, dan juga berkat dorongan dari Tito, saham yang dibeli adalah produk-produk yang digunakan sehari-hari.

“Pakai mobilnya apa, misalkan. Itu pengetahuan yang saya dapat. Jadi, kamu tidak hanya bisa menjadi pembeli tapi juga pemilik (saham perusahaan),” imbuh diva dangdut kelahiran 18 Mei 1974 itu. Tadinya Ikke cukup ragu untuk bermain di saham. Apalagi, melihat nominal yang harus dikeluarkan sepertinya sangat besar. Namun ternyata, seiring berjalannya waktu, investasi di saham bisa dilakukan bahkan mulai dari Rp 100.000. Tak hanya itu, fluktuasi indeks juga sangat dinamis dan memberikan keuntungan bagi investor.

“Kuncinya memang harus sabar,” kata dia. Sementara itu, ketika ditanya berapa besar pendapatan yang disisihkan untuk investasi, Ikke mengatakan tidak terlalu besar, karena investasi di saham kini bisa dimulai dengan dana kecil. “Ya sekitar itu (10 persen dari pendapatan),” ucap Ikke sembari melempar senyum. (Estu Suryowati)

Sumber: kompas.com

Advertisement