PT MNA Belum Kembalikan Empat Pesawat Pemkab Merauke

PT MNA Belum Kembalikan Empat Pesawat Pemkab Merauke

Pesawat Milik Pemkab Merauke yang Parkir di Bandara Mopah, Merauke

Matro Merauke – Hingga kini pihak maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines (PT MNA Persero) belum mengembalikan empat pesawat milik Pemkab Merauke, Papua pasca maskapai dibawah naungan BUMN itu berhenti beroperasi 2014 lalu.

Wakil Bupati Merauke, Sularso mengatakan, ia bersama beberapa orang termasuk dinas teknis, akan berangkat ke Surabaya, Jawa Timur, 3 Maret 2017 bertemu managemen PT MNA. Tujuannya, membicarakan keberadaan empat unit pesawat milik pemerintah dan masyarakat  Kabupaten Merauke yang hingga kini tak kunjung dikembalikan.

Meski begitu, Pemkab Merauke belum berpikir membentuk Tim Kerjasama Operasional (KSO), terkait keberadaan sejumlah aset baik pesawat dan kapal milik pemerintah kabupaten setempat.

“Jika kita bentuk Tim KSO, otomatis akan dianggarkan tunjangan untuk tim. Sementara aset belum diambil kembali dan dioperasikan untuk menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD),” katanya kepada wartawan di  Kantor Kejari Merauke, usai pemusnahan miras, Rabu (1/3).

Menurutnya, jika semua aset Pemkab Merauke telah dikembalikan, tim KSO akan dibentuk dan berjalan seperti biasa. Selain itu, nantinya hasil pertemuan dengan managemen PT MNA akan disampaikan.

Mengenai sejumlah kapal milik Pemkab Merauke di Ambon yang kini tidak beroperasi lantaran rusak katanya, ia hanya mengetahui ada satu kapal yakni KM Mulyanin.

“Kalau tanya kapal-kapal lain yang merupakan aset daerah, sejauh ini saya belum tahu,” ujarnya.

Pemkab Merauke mulai menggandengan PT MNA melalui Sistem Kerjasama Operasi (SKO) sejak 2006. Kerjasama itu dirintis John Gluba Gebze, ketika yang bersangkutan menjabat kepala daerah di kabupaten tersebut. Kerjasama itu berlanjut hinga PT MNA dinyatakan pailit dan menutup semua rute penerbangan, 2014 lalu.

Pemkab Merauke memiliki empat pesawat, yakni tiga Boeing Seri 737-300 dan satu pesawat jenis Twint Otter Musamus. Masing-masing pesawat boeing yakni Bogodi, Aoba dan Kli. Empat pesawat ini dibeli menggunakan APBD Kabupaten Merauke dalam tahun yang berbeda. Nilai keempat aset itu diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. (LKF/Arjuna)

Advertisement

1 komentar

  1. Pemkab merauke mempunyai aset 3 (tiga) pesawat tiga Boeing Seri 737-300 dan satu pesawat jenis Twint Otter Musamus yang mangkarak,karena pesawat pesawat tersebut bekerja sama dengan maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines,dan dirintis dari tahun 2004 dan 2009 dan akhirnya berhenti pada tahun 2014 karena masakapai BUMN tersebut pailit atau berhenti beroperasi,
    Kiranya dari pada pesawat tersebut sia2 saat ini, karena dulu sudah ratusan milyar yang digelontorkan untuk membeli pesawat tersebut, baiknya pesawat – pesawat tersebut sebaiknya di perbaiki dan di jual kembali untuk pesawat cargo,dari pada pesawat tersebut rusak parah dan semakin usang dan sebagai pemimpin daerah harus mengambil keputusan tentang aset tersebut, Kalau pun di jual mending jual ke daerah kabupaten pegunungan karena disana lebih membutuhkan pesawat berbadan besar dan dapat digunakan untuk kepentingan penumpang dan cargo,
    Kiranya pemkab merauke lebih aktif dalam mengecek aset tersebut, karena kalau tidak ter’urus semakin lama semakin rusak, kiranya aset tersebut di perbaiki dan direnovasi kemudian di jual ataupun di sewakan dan bekerja sama dengan maskapai lainnya, agar aset tersebut tidak sia – sia dan rusak di makan waktu.
    Maskapai trigana atau sriwijaya masih berminat menyewa pesawat tersebut dari pada pesawat tersebut ditinggal begitu saja dan usang di makan waktu karena tidak ter’urus.

    balas