KEIN: 6 Tahun Ekonomi Aceh di Bawah Nasional

KEIN: 6 Tahun Ekonomi Aceh di Bawah Nasional

Soetrisno Bachir yang menghadap Jokowi untuk membicarakan soal terbentuk lembaga nonstruktural Komite Ekonomi dan Industri Nasional | KEIN

Metro Merauke – Dalam enam tahun (2011-2016), pertumbuhan ekonomi Aceh selalu di bawah pertumbuhan ekonomi nasional, fluktuatif dan mengalami kontraksi minus 0,72 persen pada 2015. Pertumbuhan ekonomi Aceh pada 2011 tercatat 3,28 persen, kemudian 2012 naik jadi 3,85 persen, namun mulai menurun pada 2013 menjadi 2,61 persen dan 2014 menjadi 1,55 persen hingga mengalami kontraksi minus 0,72 persen. Meskipun pada 2016 kembali positif namun hanya 3,30 persen secara kumulatif dibandingkan tahun sebelumnya.

Data-data tersebut dipaparkan Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Dr Arif Budimanta dalam Focus Group Discussion (FGD) Regional Growth Strategy menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, merata dan berkualitas, di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Selasa (28/2). Diskusi tersebut dihadiri Kepala Bappeda Aceh, Zulkifli Hasan, Kepala Otoritas Jasa Keuangan perwakilan Aceh, Ahmad Wijaya Putra, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Wahyudin MM, perwakilan dari BI serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Aceh, serta pengamat ekonomi Aceh, Rustam Effendi MEcon, dan pengusaha.

Wakil Ketua KEIN, Arif Budimanta mengatakan berdasarkan hasil kajian pihaknya, jika pertumbuhan ekonomi wilayah minimal dijaga stabilitasnya, maka akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai 5,3 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan target yang sudah ditetapkan dalam APBN 2017 sebesar 5,1 persen.

Ia mengatakan sektor pertanian menjadi penopang utama ekonomi di Aceh, dan ini juga merupakan salah satu sektor potensial untuk dikembangkan selain sektor perdagangan. Menurut Arif, sektor pertanian salah satu sektor yang dapat dikembangkan dan tumbuh sama dengan nasional di atas lima persen. (una)

Sumber: serambi indonesia.com

Advertisement