Dua Kepala Sekolah di Pedalaman Merauke Diberhentikan

Dua Kepala Sekolah di Pedalaman Merauke Diberhentikan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merauke, Felix Liem Gebze

Metro Merauke – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merauke, Felix Liem Gebze mengungkapkan, ada dua kepala sekolah di pedalaman Merauke yang dicopot alias diberhentikan dari jabatannya. Pasalnya, mereka tidak menjalankan tugas dengan waktu yang cukup lama.

“Ada belasan sekolah pedalaman yang kita ajukan ke bupati. Dua sudah diberhentikan. Padahal proses pendekatan sudah dilakukan, kita imbau berulang kali untuk kembali ke tempat tugas. Kalau tidak mau dengar, ya resiko tanggung sendiri,” kata Liem, Senin (27/2).

Katanya, para guru yang meninggalkan tempat tugas beralasan tidak memiliki tempat tinggal atau rumah dinas. Namun menurutnya alasan tersebut tidak masuk akal. Kalau zaman dulu, meski tak ada rumah, banyak guru yang bisa menjalankan tugas dengan baik.

“Kita tidak bisa selesaikan semua permintaan dengan menyulap langsung jadi. Semua harus bertahap. Alasan lain soal transportasi. Untuk ini sudah diresponi melalui dana Otsus, yakni pengadaan speedboat ke sekolah-sekolah. Jadi kalau ada yang komentar biaya transportasi mahal, itu tidak benar, hanya sebagai alasan untuk membela diri,” tegasnya.

Para kepala sekolah yang diberhentikan itu, tambah Liem, akan tetap mengajar di tempat tugasnya. Namun sebagai guru biasa. Hal ini dilakukan agar memberi efek jera bagi kepala sekolah yang mangkir tugas. “Kenyataan lain yang ditemukan, absensi keaktifan di sekolah setiap hari direkayasa dan itu tidak sesuai kenyataan,” pungkasnya. (Getrudis/Emanuel)

Advertisement