Legislator Pertanyakan Kontribusi Samsat untuk Masyarakat Asli Merauke

Legislator Pertanyakan Kontribusi Samsat untuk Masyarakat Asli Merauke

Masyarakat adat di Merauke, Papua saat memeriahkan HUT Kota Merauke ke-115, beberapa waktu lalu

Metro Merauke – Anggota DPRD Kabupaten Merauke, Papua, Hendrikus Henky Ndiken mempertanyakan kontribusi Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) Samsat bagi masyarakat asli Merauke.

“Kompensasi dari penarikan pajak itu juga diberikan kepada pemilik ulayat adat melalui program atau apapun bentuknya,” kata Hendrikus, kemarin.

Sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada masyarakat pemilik ulayat yang memberikan tanahnya untuk pembangunan infrastruktur, ia minta Samsat membuat program khusus bagi masyarakat asli atau masyarakat adat. “Selama ini yang menikmati adalah mereka yang punya roda dua, roda empat atau mobil mewah bukan orang Buti,” tegasnya.

Kondisi masyarakat adat pemilik ulayat sangat memprihatinkan dan membutuhkan pendampingan dari pemerintah sehingga perlu adanya pendampingan termasuk Samsat.

“Masyarakat kita masih menggantungkan hidup dari alamnya. Lalu mereka juga hanya memulung, bisa jadi buruh. Itu yang bisa mereka kerjakan, sehingga perlu ada peningkatan SDM bagi mereka,” tuturnya. (Ansar/Emanuel)

Advertisement