Indonesia Punya Mumi di Papua!

Indonesia Punya Mumi di Papua!

Penampakan mumi Papua | Foto: Afif/detikTravel

Metro Merauke – Mumi tidak hanya ada di Mesir saja. Di Papua, traveler juga dapat menemukan mumi yang sakral dan dituakan oleh masyarakat setempat. Papua menyimpan banyak keajaiban yang traveler belum banyak tahu. Di Wamena, Anda dapat melihat mumi berumur 3 abad. Meski tidak dibaluti perban seperti yang di Mesir, mumi ini dijamin akan membuat bulu kuduk Anda berdiri.

Ketika berkunjung ke Wamena di Papua beberapa waktu lalu, detikTravel pun sempat melihat mumi papua langsung di Kampung Sompaima, Distrik Kurulu. Rupanya, kampung ini sudah terkenal di kalangan wisatawan. Muminya disimpan di dalam Honai, rumah tradisional, dan dikeluarkan hanya saat wisatawan datang.

Mumi Wamena di Distrik Kurulu | Afif/detikTravel

Dungkapkan oleh pemandu detikTravel saat itu, Bertnart, bahwa mumi tersebut merupakan kepala Suku Wi Motok Mabel yang diperkirakan berumur 300 tahun lebih.

Mumi itu berwarna hitam dengan posisi duduk dan menatap ke langit. Mulutnya terlihat menganga dengan kedua tangannya memegang masing-masing kedua lututnya. Ada koteka dan juga topi yang terlihat sangat kering.

Usut punya usut, proses mumifikasi ala Papua dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan lambang kesejahteraan. Mumi ini lebih dari sekedar mayat yang diawetkan dan bisa dilihat saja.

Dari mumi inilah, masyarakat di Kampung Sompaima dapat hidup sejahtera. Sebab, mumi ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang artinya dapat menjadi sumber penghasilan bagi warga kampungnya.

Di Wamena sendiri, diperkirakan ada tiga mumi. Di Wamena ada dua mumi di Distrik Kurulu dan tiga Distrik Asolagaima. Namun, itu baru yang di Wamena saja. Masih ada mumi lain di Papua yang belum banyak diketahui.

Mumi Suku Moni di Distrik Sugapa | Maximus/Istimewa

Seperti di Distrik Sugapa misalnya, masih ada mumi Moni yang belum banyak diketahui wisatawan. Fakta itu pun diungkapkan oleh Maximus Tipagau, masyarakat asli Suku Moni sekaligus pendiri operator tur Adventure Carstensz pada detikTravel beberapa waktu lalu.

Diungkapkan oleh Maximus, Mumi Moni ini bernama Belau Mala. Diperkirakan, usianya sudah 100 tahun lebih. Mengapa dia dijadikan mumi seperti ini, sebab dirinya dianggap berjasa bagi sukunya, Suku Moni.

Ada tiga alasan mengapa jenazah seseorang dijadikan mumi dan dihormati. Pertama adalah karena kepala suku, kedua adalah panglima perang dan ketiga adalah orang yang dianggap berjasa.

Saat Ekspedisi Jurnalis ke Carstensz 2015 Agustus lalu, detikTravel juga pernah melintasi Sugapa. Namun sayangnya tidak sempat melihat mumi Suku Moni karena keterbatasan waktu.

Bagi wisatawan yang mau melihat mumi, dikenakan biaya Rp 200-300 ribu. Cukup mahal, tapi pengalaman melihat mumi tidak akan terlupakan seumur hidup. Papua masih memiliki banyak hal menarik di tiap tempatnya. Inilah destinasi yang penuh keajaiban dan misteri yang menarik untuk ditelusuri. Silakan berkunjung ke Bumi Cendrawasih dan bersiaplah terkagum-kagum! (rdy/fay)

Sumber: detik.com

Advertisement