Harry Ndiken: Pasar Malam Ditutup Akibat Keributan

Harry Ndiken: Pasar Malam Ditutup Akibat Keributan

Salah satu tokoh intelektual Marind-Merauke, Harry Ndiken

Metro Merauke – Salah satu tokoh intelektual Marind, Harry Ndiken menegaskan pasar malam di Seringgu, Merauke, Papua yang ditutup beberapa hari lalu akibat insiden atau keributan. Sehingga Bupati Merauke, Frederikus Gebze mengambil langkah menutup agar kamtibmas tetap terjaga dan tidak meresahkan masyarakat.

“Justru karena ada keributan yang diduga dilakukan oknum aparat, maka pasar malam ditutup. Jadi, tidak perlu mempersalahkan orang lain, apalagi rekan-rekan wartawan. Selama ini, adanya pemberitaan karena dugaan perjudian di pasar malam,” tegas Harry kepada Metro Merauke, Jumat (24/2).

Pemberitaan media massa, jelas Harry, juga dari statement pihak-pihak berkompoten, yakni para tokoh agama, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), intelektual Marind maupun penegak hukum. “Saya ikut memberikan komentar tentang adanya perjudian di pasar malam. Jadi, kalau ada yang tidak puas, silahkan lancarkan protes kepada saya,” ungkap Ketua DPC Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Harry juga menyoroti pihak pengelola pasar malam yang akan menggugat sejumlah media senilai Rp1 miliar lantaran telah memberitakan dugaan perjudian di pasar malam. “Itu sangat konyol jika pengelola pasar malam atas nama Yanto menggugat media,” ujarnya.

Disinggung jika gugatan itu setelah tidak ada keseimbangan pemberitaan, Harry kembali menegaskan, alasan tersebut tidak tepat. “Bagi saya, yang berkompoten bicara adalah pemberi izin keramaian kegiatan pasar malam, dalam hal ini Polres. Dan telah ada pernyataan Kapolres Merauke, jadi tak perlu meminta klarifikasi lagi dari Yanto,” kata Harry yang juga Ketua Ardin Merauke.

Ditambahkan, wartawan telah menjalankan tugasnya dengan baik melakukan kontrol sosial masyarakat, khususnya terkait dugaan perjudian dalam pasar malam. “Ya, karena ada unsur perjudiannya, maka harus diangkat dan dipublikasikan. Sehingga dapat diketahui masyarakat luas,” tandas dia.

“Mestinya, ketika teman-teman wartawan menulis adanya unsur perjudian di pasar malam, ada inisiatif dari pengelola menggelar jumpa pers dan menyampaikan secara terbuka jika tak ada kegiatan yang mengarah kepada unsur judi. Kok berulang kali diberitakan tentang judi, pengelola justru diam saja,” tegasnya.

Harry kembali mempertegas bahwa penutupan pasar malam, bukan karena pemberitaan media massa. “Kan, beberapa kali diberitakan, pasar malam tetap jalan terus. Justru itu ditutup karena buntut keributan beberapa hari lalu,” tuturnya. (LKF/Emanuel)

Advertisement