DISHUBKOMINFO Mimika Gencar Sosialisasikan Zona Selamat Sekolah

DISHUBKOMINFO Mimika Gencar Sosialisasikan Zona Selamat Sekolah

Kepala Dishubkominfo Kabupaten Mimika, John Rettob | Foto: Antara Papua/Jeremias Rahadat

Metro Merauke – Setiap pagi petugas dari Dishubkominfo dan para polisi lalu lintas berjaga di tiga titik itu untuk menyosialisasikannya, misalnya untuk tidak parkir atau tidak mengendara di atas kecepatan 40 km/jam. Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Mimika, Papua, gencar menyosialisasikan penerapan “zona selamat sekolah” kepada masyarakat Timika terutama para pengendara kendaraan bermotor.

Kepala Dishubkominfo Mimika John Rettob di Timika, Jumat, mengatakan pengetahuan dan masyarakat tentang zona selamat sekolah belum tinggi sehingga perlu sosialisasi zona selamat sekolah yang telah dipasang di tiga titik. “Setiap pagi petugas dari Dishubkominfo dan para polisi lalu lintas berjaga di tiga titik itu untuk menyosialisasikannya, misalnya untuk tidak parkir atau tidak mengendara di atas kecepatan 40 km/jam,” katanya.

Selain itu untuk mendukung zona selamat sekolah tersebut Dishubkominfo juga memasang rambu-rambu lalu lintas di sepanjang jalur zona selamat sekolah yang telah dicat berwarna merah pada jalan raya depan sekolah sepanjang 30 meter. Pada 2016, Dishubkominfo Mimika memasang zona selamat sekolah di tiga titik persis di jalan raya depan sekolah di Timika. Sekolah tersebut adalah SD YPPK Tiga Raja di Jalan Yos Sudarso, SMP Negeri 2 Mimika di Jalan Budi Utomo, dan SMA Negeri 1 Mimika di Jalan Yos Sudarso.

John mengatakan alasan pemasangan zona sekolah di Timika adalah untuk memberikan kenyamanan kepada para pelajar dan melindungi mereka dari kecelakaan yang terjadi di jalan raya depan sekolah mereka. Sesuai dengan data yang dimiliki Dishubkominfo Mimika, jumlah kecelakaan pada 2016 sebanyak 40 persennya terjadi di jalan raya depan sekolah. Untuk itu Dishubkominfo juga mengagendakan pemasangan zona selamat sekolah di beberapa sekolah lain yang dekat dengan jalan raya pada 2017. (***)

Sumber: antara papua.com

Advertisement