‘Ahok-Gate’ Dibacakan di Paripurna, PDIP: 6 Fraksi Sudah Menolak
Politik

‘Ahok-Gate’ Dibacakan di Paripurna, PDIP: 6 Fraksi Sudah Menolak

Foto: Ari Saputra/detikcom

Metro Merauke – Usulan hak angket soal ‘Ahok-Gate’ akan dibacakan di sidang paripurna DPR hari ini. PDIP optimistis usulan itu tak akan berhasil karena mendapat penolakan dari 6 fraksi di DPR. “Itu hasil kesepakatan Bamus DPR. Dibacakan supaya anggota dan masyarakat paham dengan apa yang diusung para pengusung angket,” kata Wakil Ketua Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (23/2).

Seperti diketahui, 4 fraksi yang menginisiasi ‘Ahok-Gate’ adalah Gerindra, Partai Demokrat, PAN, dan PKS. Namun fraksi-fraksi partai pendukung pemerintah, minus PAN, yakni PDIP, PKB, NasDem, Hanura, PPP, dan Golkar, sudah menyatakan secara terbuka menolak usulan hak angket itu.  “Semua paham, 6 fraksi lain sudah membuat kesepakatan untuk menolaknya,” ucap Hendrawan.

Isu hak angket kepada pemerintah ini digulirkan karena status Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) yang tidak dinonaktifkan meski telah menjadi terdakwa kasus penistaan agama. Ahok belum dinonaktifkan dengan pertimbangan ada dakwaan alternatif yang ancaman hukumannya di bawah 5 tahun. PDIP sendiri menganggap, dalam menyikapi hal ini, hak angket bukanlah jawabannya. Hendrawan menilai lebih baik DPR mengundang menteri terkait seperti yang telah dilakukan Komisi II dengan mengundang Mendagri Tjahjo Kumolo, Rabu (22/2).

“Cara yang lebih elegan adalah mengundang Menteri untuk memberi klarifikasi. Itu sudah dilakukan kemarin di Komisi II,” tutur anggota Komisi XI itu. Lantas apakah usulan tersebut tidak akan menjadi cuma-cuma mengingat fraksi yang menolaknya lebih banyak daripada yang menyetujuinya?

“Dalam konteks politik akal sehat dan politik persaudaraan, bukan perseteruan, kami yakin teman-teman pengusul pada saatnya memahaminya,” jawab Hendrawan. Ketua DPP PDIP itu berharap partai-partai melakukan politik yang menenteramkan. Bukan justru sebaliknya. “Politik akal sehat bermuara pada politik yang teduh, bukan politik yang gaduh,” sebut Hendrawan.Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tetap yakin inisiasi ‘Ahok-Gate’ tetap bergulir. Sebab, dalam hak angket, menurutnya, yang berlaku adalah suara tiap-tiap anggota Dewan, bukan secara fraksi.

“Begitu masuk dalam tema keputusan, dan aspirasi anggota itu one by one, one man one vote, jadi tetap berdasarkan orang per orang,” jelas Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/2). (ear/erd)

Sumber: detik.com

Post Comment