Orang Tua Kurang Berikan Perhatian Pendidikan kepada Anak-anak

Orang Tua Kurang Berikan Perhatian Pendidikan kepada Anak-anak

Anak-anak asli Papua di Distrik Tanah Miring, Merauke ikut sekolah alam

Metro Merauke – Potret sosial yang menunjukkan cukup banyak anak asli Papua usia sekolah yang bekerja sebagai pemulung maupun keberadaan anak-anak penghirup lem aibon, tentunya menjadi keprihatinan bersama.

Namun demikian, peran orang tua sangatlah penting. Terutama memberikan perhatian, motivasi dan pendampingan kepada anak-anaknya agar bisa mengenyam pendidikan.

“Saya melihat peran keluarga dalam pendidikan anak masih sangat minim. Padahal, anak adalah titipan Tuhan yang mestinya diberikan perhatian serius oleh orang tua,” pinta Kepala Sekolah SD/SMP/SMA Terintegrasi Wasur, Sergius Womsiwor kepada Metro Merauke, Selasa (24/2).

Dijelaskan, salah satu faktor mendasar sehingga anak kurang diberikan perhatian adalah pendidikan dalam keluarga. “Bagaimana mungkin orang tua tidak tamat SD bahkan tak sekolah sama sekali. Sehingga wawasannya tidak berkembang dan tak memahami baik manfaat pendidikan,” tuturnya.

Selama ini, demikian Womsiwor, pihaknya telah mengambil peran dengan membuka sekolah sore bagi kurang lebih 50 anak pemulung maupun pencandu aibon untuk mengikuti proses belajar mengajar.

“Ada beberapa guru saya berikan tugas dan tanggung jawab mengurus anak-anak mulai dari menjemput di rumah atau beberapa tempat lain untuk ke sekolah hingga mengurus makan mereka secara rutin,” katanya.

Bahkan, jelas dia, rumah sewa dari salah seorang guru digunakan untuk tempat tinggal. Anak-anak tidak pulang ke rumahnya. Karena tak mendapatkan perhatian baik dari orang tua.

“Ini persoalan yang mestinya harus disikapi dengan serius. Guru-guru saya harus berprofesi ganda. Karena harus mengurus makan minum dari anak-anak itu bahkan sampai memandikan dan mencuci pakaiannya,” tutur Womsiwor.

“Apa yang kami laksanakan ini adalah program pemerintah. Hanya saja, kurang ada dukungan baik dari dinas terkait untuk bagaimana mengurus agar anak-anak asli Papua mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan dengan baik pula,” tegasnya. (LKF/Emanuel)

Advertisement