Masyarakat Dihimbau Tidak Tebang Pepohonan di Sempadan Sungai

Masyarakat Dihimbau Tidak Tebang Pepohonan di Sempadan Sungai

Coordinator Landscape Selatan Papua WWF Indonesia, Marco Wattimena

Metro Merauke – Masyarakat diimbau tidak menebang pepohonan di sepanjang tepi kiri dan kanan (sempadan) sungai maupun rawa, karena hal tersebut bisa mengakibatkan erosi, sedimentasi maupun kerusakan ekosistem.

Coordinator Landscape Selatan Papua WWF Indonesia, Marco Wattimena menuturkan penebangan boleh dilakukan tetapi harus dilengkapi dengan perizinan dari instansi terkait. “Bukan hanya persoalan hutan yang dibuka tapi juga persoalan pemukiman, peletakan infrastruktur juga harus dihindari di kawasan sempadan sungai,” katanya, Senin (20/2).

Katanya, WWF Selatan Papua bekerja sama dengan pemerintah daerah melakukan pemantauan dan merumuskan perencanaan yang lebih etektif. Sebab penebangan pohon tanpa perencanaan yang baik akan berdampak terhadap habitat hutan, ekosistem maupun lingkungan.

“Merauke merupakan daerah datar dan merupakan kawasan lahan basah luas. Kawasan seperti ini dalam perencanaan pembangunan harus dikelola dengan hati-hati,” katanya lagi.

Ia menambahkan, tiga kabupaten di selatan Papua – Merauke, Mappi dan Boven Degoel masuk dalam kawasan rendah emisi. Karenanya, semua proses pengelolaan kawasan hutan harus sesuai dengan syarat-syarat lingkungan yang mesti dipenuhi.

WWF turut melakukan intervensi terhadap pemenuhan syarat-syarat lingkungan yang harus dipenuhi oleh pihak pemakai lahan atau hutan. Dari hasil pengawasan, ditemukan masih banyak yang melanggar persyaratan tersebut. (Getrudis/Emanuel)

Advertisement