OPM Curigai Semua Pengemudi Ojek Intelijen RI

OPM Curigai Semua Pengemudi Ojek Intelijen RI

Pasukan Organisasi Papua Merdeka dengan bendera mereka/Ilustrasi | VIVAnews/Banjir Ambarita

Metro Merauke – Organisasi Papua Merdeka (OPM) belum mengaku bertanggung jawab atas kematian dua pengemudi ojek setelah ditembak di Kampung Tanoba, Distrik Irimuli, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, pada Senin, 13 Februari 2017. Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional OPM, Sebby Sembon, belum berkomunikasi dengan pasukannya di Puncak Jaya. Soalnya pra yang bermukim di Papua Nugini itu baru saja keluar dari hutan.

Sebby hanya mengingatkan bahwa OPM bisa saja melancarkan serangan kapan pun dan di mana pun ketika mereka merasa ada ancaman dari pemerintah Indonesia. Kelompok separatis itu bahkan menengarai kuat militer Indonesia menempatkan orang-orang tertentu sebagai intelijen untuk memata-matai kegiatan OPM.

“Kami menilai bahwa semua tukang ojek dan sopir angkutan umum di pegunungan tengah Papua adalah intelijen Indonesia. Maka kapan saja anggota TPN OPM siap melakukan penembakan terhadap mereka,” kata Sebby saat dihubungi pada Selasa, 14 Februari 2017.

Jika Indonesia atau TNI-Polri terus menghambat aspirasi kemerdekaan Papua, kata Sebby, TPN OPM segera mengumumkan revolusi. “Kalau Indonesia terus block aspirasi perjuangan damai yang didorong oleh KNPB (Komite Nasional Papua Barat), TPN OPM siap mengumumkan revolusi total tahun 2019.”

Jika revolusi itu meletus itu, OPM mengimbau semua warga sipil Indonesia meninggalkan Papua. Revolusi adalah tahapan untuk kemerdekaan Papua yang diikuti juga Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat. Wilayah perang terbuka dengan militer Indonesia adalah Lanny Jaya, Puncak Jaya, dan Puncak.

Dihubungi terpisah, Juru Bicara Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal, menyatakan belum mengetahui pelaku penembakan dua pengemudi ojek itu. Dia juga menolak berkomentar tentang tuduhan OPM bahwa pengemudi ojek itu sebenarnya intelijen yang menyamar.

Kamal hanya memberitahukan bahwa dua jenazah pengemudi ojek itu sudah dievakuasi dari lokasi penembakan ke Bandara Sentani di Jayapura. Jenazah itu segera diterbangkan masing-masing ke Jember di Jawa Timur dan Makassar di Sulawesi Selatan. Dua jenazah itu diketahui bernama Adi Gading dan Nurhalim.

Pelaku penembakan terhadap pengemudi ojek itu masih dalam penyelidikan. “Tim Polres (Puncak Jaya) masih mendalami hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) untuk mengungkap pelaku,” kata Kamal.

Kronologi
Dua pengemudi ojek tewas setelah ditembak orang tak dikenal di Kampung Tanoba, Distrik Irimuli, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, pada Senin, 13 Februari 2017. Kedua korban baru usai mengantar penumpangnya ke wilayah Tingginambut.

Tiga orang saksi melihat kejadian itu, yakni Hj, NN, dan NK. Hj kebetulan melintas dan langsung melapor ke pos keamanan terdekat. NN juga sedang mengantar penumpangnya, NK. Ketika itu mereka melihat korban sudah tergeletak. Sempat terdengar tembakan dan peluru menembus topi milik NK. Lalu mereka segera menyelamatkan diri.

Kedua korban adalah Adi Gading dan Nurhalim. Adi Gading terkena luka tembak dan bacokan senjata tajam, sedangkan Nurhalim tewas dengan dua luka tembak di tubuh. (Mohammad Arief Hidayat, Banjir Ambarita/Papua)

Sumber: viva.co.id

Advertisement