Uang Sertifikasi Tak Diberikan, Kepsek SDN Wetau Ngotot

Uang Sertifikasi Tak Diberikan, Kepsek SDN Wetau Ngotot

Kepala Sekolah SD Negeri Wetau, Distrik Waan, Kabupaten Merauke, Wilhelmus Rahailyaan

Metro Merauke – Kepala Sekolah SD Negeri Wetau, Distrik Waan, Kabupaten Merauke, Papua, Wilhelmus Rahailyaan ngotot setelah dana sertifikasi tahun 2016 sebesar Rp36 juta, tidak diterimanya dan harus masuk kembali ke kas negara.

“Saya sudah bolak-balik ke Dinas Pendidikan dan Pengajaran Merauke, mempertanyakan dana insentif saya selama tahun 2016. Namun jawaban dari pejabat di dinas jika sudah kembali ke kas daerah dengan alasan saya tidak menjalankan tugas,” ungkap Rahailyaan kepada Metro Merauke, kemarin.

Diakui jika beberapa bulan terakhir, ia sedang berada di kota melanjutkan studi karena tuntutan pemerintah pusat, agar semua guru harus bergelar sarjana. “Jadi, bukan tanpa alasan saya berada di kota. Ini harus bisa dipahami oleh pemerintah setempat,” tegasnya.

Pembayaran dana insentif, dilakukan tiga bulan sekali sebesar Rp9 juta lebih. Jadi, setahun empat kali diterima dengan total Rp36 juta. Bukan hanya uang sertifikasi saja dikembalikan ke kas daerah, tetapi juga insentif belum dibayarkan. Uang insentif itu diberikan sesuai jangkauan tempat tugas dari para guru. “Kalau kami di Kampung Wetau, diberikan Rp 6.500.000 tiap bulan,” tuturnya.

Hanya saja, insentif dibayarkan tiga bulan. Itupun tidak sesuai dan hanya diberikan senilai Rp13 juta. “Dana tersebut diberikan setelah saya membuat keributan di dinas beberapa waktu lalu,” tegasnya.

Sementara uang lauk pauk senilai Rp2.100.000/bulan, belum dibayarkan sampai sekarang. “Saya tidak mengerti sama sekali dengan berbagai alasan dari pemerintah,” ungkap dia.

Mestinya pemerintah mengetahui bahwa ia meninggalkan tempat tugas bukan karena unsur kesengajaan. Tetapi semata-mata melanjutkan studi dan tentunya akan tetap kembali ke kampung setelah menyelesaikan studi.

“Saya mempunyai beban tanggungjawab terhadap anak didik di kampung Wetau. Sehingga bagaimanapun juga, akan kembali ke sana setelah selesai studi nanti,” katanya. (LKF/Emanuel)

Advertisement