Gelombang Tinggi, Nelayan Merauke Tidak Melaut

Gelombang Tinggi, Nelayan Merauke Tidak Melaut

Perahu-perahu nelayan di Pantai Lampu Satu, Merauke, Papua

Metro Merauke – Keadaan cuaca yang tak bersahabat di perairan Merauke, Papua selama beberapa pekan terakhir mengharuskan para nelayan Lampu Satu ‘menggantung jaringnya’. Mereka memilih tidak melaut, sebab gelombang di laut

Arafuru bagian Timur mencapai 3 meter, ditambah lagi angin kencang.
Menurut para nelayan setempat kondisi cuaca ekstrim akan sangat membahayakan, terutama mereka menggunakan perahu kecil.

Jamaludin (56), nelayan di Binaloka, mengaku sudah satu bulan terakhir ini ia tidak melaut. Perahunya ditambatkan di bibir pantai, dan untuk mengisi kesehariannya, ia memperbaiki jaring yang biasa digunakan untuk menangkap ikan. “Lebih baik kita istirahat, ombak di laut cukup besar dan berbahaya,” katanya saat ditemui, kemarin.

Cuaca yang sedang tak bersahabat saat ini, kata ayah empat anak itu, sangat mempengaruhi pendapatan mereka karena tidak ada hasil tangkapan. “Kalau ombak dan angin seperti ini tidak ada ikan, kalau dipaksakan justru habis untuk biaya minyak,” katanya.

Selama tidak melaut, nelayan hanya mengandalkan sisa uang hasil penjualan ikan selama ini untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

“Kita hanya berharap cuaca laut Merauke bisa segera kembali normal, sehingga dapat kembali melaut,” imbuhnya. (Nuryani/Emanuel)

Advertisement