Pemerintah Diingatkan Untuk Mengawasi Investor di Merauke

Pemerintah Diingatkan Untuk Mengawasi Investor di Merauke

Masyarakat pemilik ulayat di Distrik Muting, Merauke, Papua menolak perusahaan kelapa sawit

Metro Merauke – Pemerintah Kabupaten Merauke, Papua diingatkan untuk melakukan pengawasan terhadap investor yang menjalankan kegiatan investasi. Karena dari pengalaman yang ditemukan, ada investor melakukan lobi dengan masyarakat dan menjanjikan banyak program kegiatan, namun dalam kenyataan tidak berjalan.

Hal itu disampaikan Direktur Sekretariat Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Agung Merauke, Pastor Anselmus Amo, MSC., kepada sejumlah wartawan, Jumat (10/2). “Saya minta pemerintah mengawasi investor serta menegakkan aturan, agar masyarakat lokal yang notabene pemilik hak ulayat, tidak menjadi korban penipuan,” pintanya.

Dikatakan, ada beberapa ketua marga meninggal dunia setelah menandatangani pelepasan tanah adat bersama investor. Korban pertama di Kampung Senegi dan menyusul lagi di Bupul serta Muting. Mereka meninggal dengan tidak wajar.

“Pertanyaan yang berkembang selama ini jika mereka meninggal lantaran ilmu sihir, namun kenyataan ada juga dibunuh. Ini kan tidak wajar. Memang kematian adalah urusan Tuhan, namun cara matinya itu menjadi catatan,” katanya.

Pastor Amo juga berjanji akan terus mengawal kegiatan investasi yang akan dilakukan. Karena banyak janji muluk investor kepada masyarakat pemilik hak ulayat, hingga kini tak direalisasikan.

SKP KAME, lanjut Pastor Amo, mendukung langkah dari BPKMD mengusulkan kepada Bupati Merauke, Frederikus Gebze agar mencabut izin 11 perusahan perkebunan.

“Saya mendukung, tapi harus dilihat baik terlebih dahulu, siapa yang mengundang investor datang serta permasalahan mendasarnya. Jika evaluasi sudah dilakukan baik, kami dari SKP KAME sangat mendukung,” tuturnya.

Ditambahkan, jika investor telah melakukan pelepasan tanah, namun sampai batas waktu diberikan, tak ada kegiatan dilakukan, memang sebaiknya ditutup saja. Maksudnya agar perusahan tak mengklaim tanah itu sudah dibeli, tetapi aktivitas tidak berjalan sama sekali. (LKF/Emanuel)

Advertisement