Nelayan Lokal di Waan dan Kimaam Keluhkan Pemasaran Ikan

Nelayan Lokal di Waan dan Kimaam Keluhkan Pemasaran Ikan

Kapal-kapal penampung ikan yang bersandar di dermaga Wanam beberapa tahun lalu

Metro Merauke – Salah seorang imam Katolik di Merauke, Papua, Romo Silvester Tokio, Pr., mengatakan nelayan lokal di Distrik Kimaam dan Waan sulit memasarkan ikan hasil tangkapan sejak perusahaan ikan milik asing di Wanam, Distrik Ilwayap ditutup beberapa tahun lalu.

“Saya melihat langsung bagaimana ikan-ikan yang sudah susah payah ditangkap dibuang begitu saja. Sebab tak ada penadah atau pembeli yang secara rutin menampung,” kata Romo Silvester Metro Merauke, Rabu (8/2).

Pastor Paroki Batu Merah Distrik Kimaam ini mengatakan ditutupnya perusahaan asing di Wanam memberikan dampak positif dan negatif. Positifnya, ikan bertambah banyak dan nelayan tak kesulitan menjaring.

Sementara dampak negatifnya, semakin bertambah banyak ikan, nelayan sulit menjual. Karena tak ada yang membeli maupun menampung dalam jumlah banyak. Sehingga mereka terpaksa membuang begitu saja hasil tangkapannya.

“Ini persoalan yang dihadapi nelayan asli Papua di kampung-kampung. Secara umum, salah satu sumber pendapatan mereka adalah ikan. Jadi kalau tidak bisa dijual, maka sudah pasti untuk membeli beras tentu mengalami kesulitan juga,” katanya.

Diharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Merauke agar memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk bisa mengola ikan dengan baik. (LKF/Emanuel)

Advertisement