Legislator: Pembangunan Pendidikan di Merauke Belum Maksimal

Legislator: Pembangunan Pendidikan di Merauke Belum Maksimal

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Merauke, Heribertus Silibun

Metro Merauke – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Papua, Heribertus Silibun mengatakan pembangunan pendidikan di daerah ini belum maksimal dilakukan.

Ia berpendapat, pembangunan kesehatan jauh lebih baik dibanding sektor pendidikan, terutama di kampung-kampung. Proses pendidikan di sejumlah kampung masih jauh dari harapan, sebab tenaga guru kurang dan bahkan ada yang tidak berada di tempat tugas.

“Tidak semua kampung tidak ada guru. Tapi cukup banyak kampung, yang gurunya secara administrasi ditugaskan di sana, tapi tidak berada di tempat. Kesehatan jauh lebih baik dari pendidikan,” terang anggota Komisi A legislatif Merauke ini, Rabu (8/2).

Menurutnya, para guru kontrak yang direkrut dan ditugaskan untuk mengisi kekosongan tenaga pengajar bisa membantu. Tetapi hendaknya guru yang berstatus PNS tetap memiliki tanggung jawab.

“Guru PNS harus lebih bertanggungjawab karena punya kedekatan emosional dengan murid maupun dengan masyarakat di kampung. Mereka tidak sekedar datang mengajar, lalu pulang,” tuturnya.

Untuk mengatasi persoalan kekosongan tenaga pendidik, ia berharap pemerintah daerah harus berani mengambil kebijakan atau terobosan baru yang beresiko, tetapi tercapai tujuan. Ada banyak solusi untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Merauke, semuanya kembali pada kebijakan pemerintah daerah.

“Karena ini bukan masalah sepele jika tidak segera ditangani. Angka buta huruf akan semakin bertambah kalau kemudian pemerintah tidak mengambil langkah kongkrit untuk mengatasi ketersediaan tenaga guru di sekolah-sekolah,” pungkasnya. (Getrudis/Emanuel)

Advertisement