Berkedok Hiburan, Pasar Malam di Merauke Sarat Perjudian

Berkedok Hiburan, Pasar Malam di Merauke Sarat Perjudian

'Aroma' judi dalam pasar malam di Jalan Seringgu, Merauke, Papua

Metro Merauke – Alih-alih memberikan hiburan, aktivitas pasar malam di Seringgu, Merauke, Papua yang dibuka beberapa hari lalu diduga sarat perjudian. Hiburan rakyat berupa wahana permainan anak-anak serta aneka kuliner hanya ‘kedok’ semata.

Pantauan Metro Merauke, Selasa (7/2) malam, selain ada wahana permainan anak-anak maupun aneka kuliner, pengelola pasar malam menyediakan belasan stand yang sarat praktek judi.

Ada beberapa permainan, diantaranya adu ketangkasan. Untuk permainan yang satu ini, warga menggunakan kartu khusus yang dijual melalui loket yang dibuka pengelola pasar malam. Hadiahnya beragam, mulai dari rokok, barang-barang lain hingga aksesoris.

Di arena judi itu, setidaknya ada 10 bandar yang melayani para petaruh yang menempatkan kupon pada kotak angka maupun warna yang tertera di meja. Setelah semua ditaruh, maka bandar akan memutar sebuah lingkaran. Apabila berhenti pada angka maupun warna yang dipasang, maka pemain mendapatkan hadiahnya.

Diketahui juga, pasar malam di Merauke mulai beroperasi sejak peringatan HUT RI tahun 2016 lalu. Beberapa saat sempat ditutup, tapi dibuka di beberapa tempat lagi. Perpanjangan izinnya pun hingga kini.

Ironisnya, praktik perjudian tidak pernah dipersoalkan aparat maupun pemerintah daerah. Bahkan diperoleh informasi, permainan judi itu mendapat restu (baca: surat izin) dari pemerintah setempat.

Sekedar diketahui juga, Pasal 303 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengisyaratkan kategori judi memenuhi tiga unsur, yakni permainan, untung-untungan dan adanya taruhan.

Wakil Kepala Polres Merauke, Komisaris Polisi Marthin W. Asmuruf yang dikonfirmasi terkait ‘aroma’ perjudian dalam pasar malam, menegaskan pihaknya belum mendapat laporan masyarakat.

Dia pastikan jika ada laporan, polisi akan segera menyita dan menutup stand-stand yang diduga melakukan perjudian. “Belum ada laporan terkait itu. Kami memang sering datangi untuk awasi. Tapi yang bersifat judi kami belum dapat,” kata Asmuruf kepada sejumlah wartawan, Rabu (8/2).

Disinggung ada belasan stand yang membuka permainan adu katangkasan? Asmuruf menjelaskan, permainan tersebut hanyalah sebuah hiburan. “Itu hadiahnya rokok, jadi semacam kita beli rokok sebenarnya. Hanya diselingin dengan hiburan permainan,” tuturnya.

Ditegaskan lagi, jika ada masyarakat yang merasa dirugikan atau ditipu oleh permainan itu dan melaporkan ke Polres Merauke, maka pihaknya akan bertindak. “Selama ini yang kita ikuti, ya masyarakat pun senang main hiburan itu. Jadi kita anggap bahwa itu permainan biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Merauke, Stanislaus Tokilo mengaku pihaknya belum mengetahui jika pasar malam mendapat izin dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang saat ini sudah dilebur dalam Dinas Pemuda dan Olahraga.

“Secara teknis saya belum tahu kalau ada izinnya. Tapi untuk program-program 2017 sudah masuk langsung ke sini. Sudah kita entri gabung dengan Dinas Pemuda dan Olahraga. Hanya soal izin itu saya belum tahu jika itu ada,” terangnya. (Nuryani/LKF/Emanuel)

 

Advertisement