Rumah Sakit dan Puskesmas di Merauke Kekurangan Dokter

Rumah Sakit dan Puskesmas di Merauke Kekurangan Dokter

Rumah Sakit Umum Daerah Merauke, Papua

Metro Merauke – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, Papua, dr. Adolf Yanu Bolang mengaku pihaknya masih kekurangan tenaga dokter untuk ditempatkan di rumah sakit maupun sejumlah puskesmas di pedalaman Merauke.

Tetapi ia menjelaskan, penambahan tenaga medis baik perawat maupun dokter disesuaikan dengan regulasi dan kemampuan keuangan daerah. “Dilihat dari sisi aturan dan anggaran. Tidak bisa begitu saja mengangkat honor atau pegawai tidak tetap. Kalau dokter, selama ini sebagian besar tenaga kontrak,” terangnya, Selasa (7/2).

Khusus dokter yang dikontrak, jika selesai masa kontrak kerja selama dua tahun, maka yang bersangkutan kembali ke tempat asalnya. “Sementara yang baru datang tidak ada,” tuturnya.

Adolf mengaku kekurangan dokter di Merauke karena mereka yang masa kontraknya habis, sudah kembali. Sementara yang menggantikan belum ada. Namun begitu, pihaknya tetap memperioritaskan dokter di sejumlah puskesmas, seperti di Tabonji dan Kapel yang hingga saat ini belum ada dokter.

“Kita masih membutuhkan 5-10 dokter, itupun belum terhitung mereka yang akan selesai masa tugasnya dan tidak perpanjang. Ada juga satu puskesmas yang harus diisi dua dokter,” terangnya.

Terkait kekurangan dokter di Merauke, tambah dia, pihaknya sudah menyampaikan ke Kementerian Kesehatan agar diperhatikan. “Dokter umum kita lebih utamakan di puskesmas. Sementara dokter spesialis untuk RSUD Merauke,” pungkasnya. (Getrudis/Emanuel)

Advertisement