Terjatuh ke Sungai Maro, Mayat Bocah 6 Tahun Ditemukan Terjepit di Bawah Kapal

Terjatuh ke Sungai Maro, Mayat Bocah 6 Tahun Ditemukan Terjepit di Bawah Kapal

Tim SAR Merauke melakukan pencarian korban tenggelam di Pelabuhan Rakyat Gudang Arang, Jumat (3/2)

Metro Merauke – Seorang bocah berusia enam tahun dikabarkan terjatuh dan terseret arus sungai Maro di Pelabuhan Rakyat Gudang Arang, Merauke, Papua, Jumat (3/2) sekitar jam 7:00 pagi. Korban baru ditemukan keesokan harinya, namun sudah tak bernyawa lagi.

Antonius Sere, nama anak itu, sebelumnya dilaporkan naik ke sebuah kapal yang sedang berlabuh untuk mengikuti teman-temannya berenang. Namun sayang, putra ke-4 dari 5 bersaudara ini jatuh terpeleset dan menghilang. “Katanya dia terjatuh dari kapal, lalu terbawa arus. Kami sudah berusaha mencari tapi belum ketemu,” ungkap ibu korban, Albania Sere didampingi suaminya Lasarus Sita, Jumat siang.

Warga Gudang Arang sempat melakukan pencarian dengan berenang di sekitar tempat jatuhnya korban, namun dalam pencarian hari itu tidak ada tanda-tanda keberadaan bocah nahas ini.

Dan hari itu juga, setelah menerima laporan, Tim Search and Rescue (SAR) Basarnas Merauke mendatangi tempat kejadian sekitar pukul 10.00 Wit, dan mulai melakukan pencarian. “Setelah kami dapat informasi, kami langsung turunkan 14 personil dan menggunakan 2 speedboat. Kalau belum ditemukan, besok kita lanjutkan pencarian sampai 7 hari,” terang Kepala Operasi SAR Merauke, Suparman.

Suparman menambahkan, informasi yang diperoleh, bocah enam tahun itu belum mahir berenang. Sehingga dimungkinkan ia tak bisa menyelematkan diri.

Sabtu (4/2) sekitar 09.30 Wit, warga menemukan jenazah Antonius Sere sekitar 200-300 meter dari lokasi kejadian. Kabarnya saat ditemukan, tubuh bocah malang itu dalam kondisi terjepit di bagian bawah kapal yang sedang berlabuh. (Getrudis/Emanuel)

Advertisement