Stok Darah di PMI Merauke Menipis, Tinggal 20 Kantong

Stok Darah di PMI Merauke Menipis, Tinggal 20 Kantong

Stok darah di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Merauke

Metro Merauke – Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Merauke, Papua sudah sangat menipis. Tercatat, hingga 4 Februari 2017 hanya tersisa 20 kantong darah.

“20 kantong ini kemungkinan bertahan antara 1-2 hari saja,” kata Ketua Unit Transfusi Darah, PMI Merauke Paul Kalalo, Sabtu kemarin.

Dalam sehari, katanya, permintaan darah di Merauke mencapai 10-15 kantong. Sementara stok yang tersedia sangat terbatas. Untuk menjawab kekurangan, pihaknya terus berkoordinasi dan menunggu undangan dari intansi yang hendak mengadakan kegiatan donor darah.

“Memang stok darah di Merauke fluktuatif. Kadang-kadang di saat banyak instansi atau lembaga mengadakan kegiatan donor darah, persediaan kami cukup banyak,” ujarnya.

Menurut dia, partisipasi masyarakat Merauke menyumbangkan darahnya melalui kegiatan donor mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Itu memang sangat membantu, tetapi permintaan juga tinggi. “Ada peningkatan dari masyarakat untuk mau mendonorkan darahnya secara sukarela,” tuturnya.

Dalam tahun ini, katanya juga, PMI Merauke berencana melakukan kegiatan donor darah di tingkat pelajar. Namun hanya terfokus untuk siswa dan siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat. “Karena pendonor harus berusia 17 tahun ke atas, dan kemarin sudah kami lakukan di SMK Negeri 1, kemudian ada rencana di SMA Negeri 1,” ujarnya.

Sekedar diketahui, untuk menjawab kekurangan kantong darah di Merauke, BPJS Ketenagakerjaan Merauke mengikutsertakan 100 lebih stafnya dalam kegiatan donor darah, Sabtu kemarin.

“Pada peringatan bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2017 Kabupaten Merauke, panitia mengerahkan kurang lebih 100 orang calon pendonor, tetapi untuk kepastian berapa kantong yang sudah didapat kita belum bisa karena masih dalam perhitungan,” ujarnya. (Ansar/Emanuel)

Advertisement