Pemkab Boven Tutup Jalan Trans Papua dan Larang Kendaraan Lewat, Ini Alasannya

Pemkab Boven Tutup Jalan Trans Papua dan Larang Kendaraan Lewat, Ini Alasannya

Jalan trans Papua di Boven Digoel ditutup karena rusak parah (foto istimewa)

Metro Merauke – Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menutup jalan trans Papua yang menghubungkan Asiki-Tanah Merah, dan mengeluarkan larangan agar kendaraan roda empat tak melewati jalan tersebut.

Surat larangan operasi kendaraan roda empat pribadi maupun angkutan umum di jalan trans Papua rute Asiki-Tanah Merah, tepatnya di Kali Kao, terhitung sejak 1 Februari 2017.

Wakil Bupati Boven Digoel, Chaerul Anwar ketika dikonfirmasi Kamis (2/2) membenarkannya. “Dasarnya itu karena kondisi jalan dari Asiki-Tanah, tepatnya di Kali Kao sudah tidak normal, tak layak dilintas,” terang Chaerul.

Wabup menjelaskan, ia bersama pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan sudah meninjau kondisi jalan itu. Katanya, ada banyak kendaraan roda empat antri selama berminggu-minggu karena jalan rusak parah. “Ada yang 10 hari dan 15 hari. Ini kan sudah tidak normal. Lalu lintas menjadi tak aman dan nyaman. Kami ambil kebijakan untuk tutup sementara sambil dibenahi,” terangnya.

Dinas PU dan Dishub Boven Digoel, katanya, segera melakukan koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPPJN) X Kementerian PU-PR Provinsi Papua. Sebab jalan nasional itu merupakan tanggung jawab BPPJN. “Kalau sudah normal baru akan kita buka kembali. Itu tanggung jawab balai provinsi. Kalau tidak diambil tindakan akan makin parah dan membahayakan pelintas,” ujarnya.

Menurut wabup, kondisi jalan yang sudah tidak layak itu dikeluhkan masyarakat dari tahun ke tahun. Pemerintah setempat pun sudah berulang kali menyurati pemerintah pusat. “Jadi memang harus kami ambil tindakan dulu, biar direspon. Jadi kebijakan ini kami anggap penting dilakukan, untuk keamanan dan kenyamanan di jalan trans,” pungkasnya.

Sejak larangan tersebut dikeluarkan, tambah Chaerul, siapa saja yang melanggar akan dikenakan sanksi oleh pemerintah. (Nuryani/Emanuel)

Advertisement